6 Konsep Uang yang Perlu Diajarkan Kepada Anak Usia 3 – 15 Tahun

by | Feb 3, 2018 | Cerdas Finansial, IIP, KuliahBunsay, Liburan, Tantangan 10 Hari | 0 comments

Masih di tema ‘Cerdas Finansial’, kali ini saya ingin membagi sedikit pengetahuan tentang 6 konsep uang yang harus diketahui oleh anak usia 3 – 15 tahun. Ternyata konsep ini juga belum sepenuhnya diketahui oleh para remaja, orangtua dan dewasa. Setidaknya bagi saya yang mengenalnya baru-baru ini saat akan mengajarkan anak tentang kecerdasan finansial. Ini adalah bagian dari artikel Anak Cerdas Finansial yang telah saya mulai 2 hari lalu. Silakan baca Mengajarkan anak cerdas finansial sejak dini, mungkinkah? dan Mengajarkan anak pada konsep ‘Rezeki itu pasti’ Jika ditanya kapan konsep uang sebaiknya diajarkan, saya ingin menjawab sejak sedini mungkin. Sebelum konsep uang di atas dikenalkan. Sejak bayi berusia satu tahun. Tentu dengan cara yang berbeda dan tanpa banyak kata. Di usia ini yang mereka hapal adalah perilaku orang-orang terdekatnya.

Tetangga saya memiliki seorang anak yang baru berusia 1 tahun bulan Januari lalu. Dan rupanya, anak-anak milenial memang memiliki kecerdasan yang berbeda dengan masa sebelumnya, karena si mungil ini sudah tahu konsep jajan. Di jam tertentu ia akan menunggu seorang bakul belanjaan karena ingin makan telur puyuh. Jam atau alarm biologis-nya belum sempurna, tapi ia hapal kebiasaan mendatangi seseorang di jam bermain pasca mandi. See… itulah sebabnya saya katakan sedini mungkin adalah usia 1 tahun.

Bagaimana cara mengajarkannya? Tentu saja dengan tidak mengenalkannya pada pola belanja di jam tertentu sehingga anak menjadi lebih menuntut.

Ini prolog yang kepanjangan, ya. Tambahan informasi yang lebih terkini dan mungkin terjadi di sekitar Ayah Bunda.

Sebaiknya saya segera memulai meminjam 6 konsep uang dari sebuah perusahaan finance di luar negeri. Saya tulis ulang dengan pemahaman saya yang mungkin agak terbatas karena tidak secara khusus mempelajarinya.

1. Konsep Menabung atau menyimpan uang. Konsep ini bisa dikenalkan sejak berusia 3 – 6 tahun. Caranya cukup mudah.
a. Jelaskan pada anak bahwa uang harian bukanlah uang yang harus dibelanjakan setiap hari sampai habis.
b. Ajarkan anak membagi uangnya menjadi 3 bagian yaitu uang simpanan, uang jajan, dan uang kebaikan (sedekah)
c. Jika ingin membeli sesuatu, ajarkan anak membeli menggunakan uang jajannya sendiri. Jika melebihi jumlah, latih kesabarannya dengan menangguhkan beberapa hari sampai uang jajannya cukup
d. Bantu anak menghitung ‘kekayaannya’ dan puji-semangati terus.
e. Ajarkan perbedaan keinginan dan kebutuhan

2. menghasilkan uang dengan melakukan pekerjaan tertentu di rumah pada usia 5 – 8 tahun
a. Tetapkan bersama, pekerjaan rumah apa yang bisa menghasilkan uang untuknya, dengan syarat dan ketentuan berlaku. Cara ini bisa melatih kemandirian anak jika dilakukan dengan benar.
b. Masukkan uang penghasilannya ke dalam wadah celengan

3. Berbelanja cerdas pada usia 6 – 10 tahun
a. Ajarkan anak berbelanja sendiri (menggunakan uang pribadinya) di toko/swalayan/minimarket/deptstore dan lainnya untuk memahamkan konsep jual beli.
b. Ajak belanja mingguan (atau bulanan) dan beri extra uang (misalnya Rp 10.000,-) untuk belanja pribadinya
c. Di rumah, diskusikan perbedaan harga suatu produk beda merk dan mengapa demikian.

Mengajarkan anak mengelola uang receh – sumber foto Freepik

4. Kenalkan pada Biaya Peluang atau Opportinity Cost di usia 7 – 11 tahun
Konsep Biaya Peluang atau Biaya Kesempatan (ada yang meyatakan Pilihan ekonomi) adalah keputusan sadar menggunakan sejumlah uang yang ada. Ketika anak memiliki sejumlah uang, minta ia membuat 2 atau 3 kemungkinan membelanjakan uang tersebut. Semisal ia memiliki uang RP 10.000,-, apakah akan membeli Kinderjoy atau yang lainnya. Tanyakan mengapa. Keputusan sadar anak akan melatih logikanya.

5. Kenalkan pada anggaran atau budgetting di usia 11 – 13 tahun. Membuat anggaran sederhana akan lebih memahamkan anak mengenai kekayaan yang dia miliki dan kemungkinan apa yang bisa dia raih dengan uangnya tersebut. Latih anak menganggarkan sejumlah uang untuk aktivitas week end. Misalnya, dana week end minggu ini adalah Rp 200.000,-. Ajak anak membuat list belanjanya dan ajak ia praktik langsung.

6. Kenalkan pada investasi sederhana pada usia 13 – 15 tahun. Misalnya menjadikan sejumlah uang simpanannya sebagai modal usaha tertentu yang bisa dijual pada teman-teman di sekolahnya.

Naaah… itulah 6 konsep uang yang perlu diketahui oleh anak mulai usia 3 – 15 tahun. Semoga bermanfaat, Ayah Bunda