Anak Pandai Jajan? Siasati Dengan Ini

by | Feb 10, 2018 | Cerdas Finansial, IIP, ILoveMath, KuliahBunsay, Ortu Sersan, Tantangan 10 Hari | 26 comments

Duh, anak saya pandai jajan! Diberi uang berapa pun habis. Keluh seorang ibu pada saya.
Kalau dengar keluhan seperti ini, saya jadi pengen senyum dan meringis. Saya juga belum meluluskan anak perihal mengatur keuangan dan uang hariannya. Belum menjadikan anak  yang pandai jajan agar bisa mengatur keuangannya sendiri. So.. yuk ah belajar bareng

Mengajarkan anak mengelola uang mulai dari receh – sumber foto Freepik

Kita manusia memang pandai berencana, tetapi Allah juga yang bisa berkehendak lain. Misalnya membelokkan hati saya dengan banyak tumpukan DL sehingga rencana menulis 17 artikel menjadi beberapa belas artikel. Saya sudah skip dua kali. Kali ini berniat meneruskan lagi posting Cerdas Finansial semampunya sebagai bagian dari upaya memperkaya tulisan Literasi Finansial Anak melalui games di Kuliah Bunda Sayang Institut Ibu Profesional.

Al kisah, siang tadi, sebelum berangkat ke Jakarta, saya memberi anak-anak uang tambahan. Tak seberapa jumlahnya, tetapi sangat membahagiakan bagi mereka yang sederhana. Mas Destin langsung memasukkan ke dalam laci. Si sulung ini sudah pandai mengatur keuangannya sejak kecil.

Binbin, tak berapa lama kemudian langsung mengayuh sepeda. Oaaa…. Anak saya ini.

Binbin memang belum ‘pandai jajan’. Dia sering banget jajan, tetapi tidak pandai mengatur jajan mana yang akan dibeli dan kapan sebaiknya tidak. Jadi… ini akan menjadi konsern saya selama dua minggu ke depan dan lebih ketat mengawasi.

Bulan lalu, kami sudah bercakap-cakap cukup lama. Saya mengatakan padanya bahwa jajanan yang ia beli rasanya seperti itu saja. Kenapa tidak eksplorasi jajanan baru saja, yang lama tak usah beli?

Si kecil ini langsung sepakat dan menjawab dia bosen jajan itu-itu saja.

Gotcha! Pikir saya bahagia.

Senang banget pastinya. Daaan… ternyata… uang hariannya mulai terkumpul. Dua minggu uang celengannya sudah lumayan. Minggu ketiga saya sudah lengah. Minggu keempat semua uang sudah terbang entah ke mana karena dia jadi jajan terus. Mungkin jajanan anak-anak memang nyandu banget ya. Jadi setelah tiga minggu ia kangen dan langsung jajan terus. Huhuhu… Saatnya kembali mengajarkan anak pandai jajan.

Tapi saya tidak patah arang. Saatnya mendiskusikan kembali dan kali ini pendampingan lebih lama dan kalau bisa digabung dengan mini budget sheet. Yang satu ini akan coba saya buat nanti malam dan menjadi bahan besok. Saat ini sampai Selasa ke depan saya masih di luar kota. Jadi hanya bisa menyiap-nyiapkan bahan dahulu.

Mengajarkan anak pandai jajan sebenarnya ambigu banget, ya. Hihihi…. Bisa jadi alasan kontroversi. Saya mau bilang pandai belanja, tapi anak segitu belanja apa. Dan bisa jadi ambigu juga. Mungkin kalau bilang mendidik anak agar jadi smart shopper lebih halus kali ya? Karena kita memang suka yang berbau linggis eh Inggris. Padahal intinya sama saja.

Tips mengajari anak pandai jajan:

1. Beri contoh/teladan. Pertama sekali, Ayah Bunda harus memberi teladan belanja yang cerdas. Jangan sampai ketahuan anak sedang kalap belanja karena diskon. Ketika akan belanja, buat list belanja dan patuhi. Jadikan anak manager persediaan rumah tangga. Mereka akan dengan senang melakukannya dan jadi kita punya polisi yang sangat baik melakukan pengawasan.

2. Biarkan anak tahu post sedekah/tabungan kita. Ajak dan mereka saat membagikannya. Ini sebuah contoh yang baik untuk mengajarkan anak, ada uang yang memang bukan miliknya dan harus dititipkan ke orang lain. Cara ini masih sangat jarang saya lakukan dan harus dibiasakan dahulu.

3. Minta anak menulis kebutuhan yang harus ia beli hari itu dan diskusikan sumber pendanaannya. Bisa lihat di posting cara mengajari anak membedakan kebutuhan dan keinginannya.

4. Beritahu anak agar tidak jajan makanan yang sama berulang-ulang. Lebih baik eksplorasi rasa dan jajan baru. Cara ini cukup ampuh. Teknis memberitahu harus sangat kreatif ya. Bebaskan imajinasi Ayah Bunda saat melakukannya. Batasannya, jangan mengancam, menakuti apalagi membentak. Lakukan dengan cara menyenangkan.

Semoga bermanfaat ya Ayah Bunda….

Semua materi mengajarkan anak cerdas finansial bisa dibaca di kategori Cerdas Finansial/