Cara Tepat Mengajarkan Anak Menabung – Jangan salah lagi ya AyBund!

by | Feb 6, 2018 | Cerdas Finansial, IIP, KuliahBunsay, Tantangan 10 Hari | 1 comment

Halo AyBund!

Masih setiap mencari artikel cara mengajarkan anak belajar finansial? Kali ini saya bagi tips keenam saya yaitu Cara Mengajarkan Anak Menabung. Artikel lain tentang Anak Cerdas Finansial dan Finansial Literasi bisa diakses kapan saja. Tinggal klik saja. InsyaAllah akan ada 17 artikel agar tantangan tuntas

Menabung atau menyimpan? Sejak anak-anak, memang diajarkan. Bahkan saat di PAUD dan TK pun. Ayah Bunda tentu mengalami masa anak PAUD/TK dan anak belajar menabung pada guru di sekolah. Cara ini terbukti sangat bagus.

Namun sayang, beberapa ayah bunda (atau mungkin guru juga punya peran sama) yang salah memahami konsep aslinya. Karena di masa ini, biasanya anak menabung dari uang orangtuanya. Tahun 2008 lalu, di sekolah TK si sulung, ada beberapa belas anak yang tabungan sekolahnya mencapai Rp 25.000.000,-. Cara semacam ini akan memahamkan anak pada konsep uang instan yang mudah didapatkan, tanpa usaha sedikit pun.

See…. Tanpa sadar, ayah bunda malah mencederai fitrah yang berhubungan dengan cerdas finansial karena mencegah semangatnya menyimpan uang dari uang sakunya sendiri. Padahal di masa ini, anak bisa berlatih membagi uang sakunya menjadi 3 bagian, yaitu ditabung, dibelanjakan dan diberikan pada orang yang membutuhkan.

Mengajarkan anak mengelola uang receh – sumber foto Freepik

Jangan Salah Mengajarkan Konsep Menabung Ketika Anak Masih TK

Nah, cara mengajarkan anak menabung (ala saya) sebenarnya tidaklah sulit. Begini caranya:
a. Jelaskan pada anak mengapa ia harus menabung.
b. Bantu anak memproyeksikan target jumlah uang yang akan disimpan dalam jangka panjang dan pendek serta tujuan men
c. Sarankan bagi uang harian menjadi 3 bagian, yaitu ditabung, dibelanjakan, disedekahkan. Prosentasenya bisa disepakati dengan anak
d. Siapkan 3 wadah berbeda. Uang tabungan dititipkan ke bank atau sekolah, uang jajan dimasukkan ke dalam dompet jajan, dan uang sedekah dimasukkan ke wadah bekas selai/susu/botol/lainnya. Bisa juga dibelikan wadah celengan dalam bentuk yang lebih disukai anak.
e. Minta anak mencatat uang yang disimpan.
f. Ajari anak menghitung jumlah uang yang disimpan berdasarkan catatan.

 

Selamat mencoba, Ayah Bunda…