Menjadi orangtu bagi bayi berarti harus siap-siap mengobati demam sewaktu-waktu. Demam menjadi kawan anak anak dan mengiringi perkembangannya. Dikatakan bahwa demam adalah ‘sahabat’ pertumbuhan anak. Orang Jawa meyakini bahwa demam adalah tanda bahwa anak akan bertambah pinternya.

Anak demam tetap harus ceria

Pada umumnya, demam tidaklah membahayakan. Demam adalah tanda bahwa tubuh memerangi infeksi yang terjadi pada tubuh. Namun, beberapa kondisi mengharuskan orangtua tetap waspada. Semakin muda usia anak, semakin besar kewaspadaan orangtua. Saya memiliki checklist sederhana untuk mengetahui kapan sebaiknya menganggap demam anak perlu dibawa ke dokter, yaitu:
1. Usia:
a. Demam mulai 38o C pada bayi yang berusia di bawah 3 bulan.
b. Demam mulai 38,5o C pada bayi yang berusia di 3 – 6 bulan.
c. Demam 40o C pada bayi yang berusia di atas 6 bulan.
2. Kondisi fisik anak memburuk, ditandai dengan lemas, tidur terus tanpa mau dibangunkan.
3. Demam melebihi 4 hari setelah perawatan di rumah
4. Susah atau tidak mau minum sehingga risiko dehidrasi cukup besar.
5. Rewel terus, bukan karena manja tetapi menandakan ada bagian tubuh tertentu yang sakit
6. Kuduk leher terlihat kaku dan tegang
7. Disertai sakit kepala hebat
8. Disertai sesak napas
9. Disertai muntah dan diare terus menerus.

Kondisi-kondisi seperti di atas harus diwaspadai orangtua dan sudah saatnya segera mencari bantuan tenaga medis terdekat seperti dokter, puskesmas, poliklinik, atau rumah sakit.

Seperti saya sebutkan di atas, pada umumnya, demam pada anak terjadi karena tubuh melakukan perlawanan terhadap infeksi virus. Sebagian besar adalah virus influensa. Jika orang Jawa mengatakan anak demam berarti akan pintar, penjelasan sederhana yang saya pahami adalah, saat anak akan mempunyai keahlian atau pertumbuhan baru, misalnya gigi tumbuh, biasanya imunitas agak melemah. Tetapi itu bukanlah sesuatu yang mengkhawatirkan karena Allah telah menciptakan manusia dengan fungsi dan bagian tubuh yang ideal.

Demam bukanlah penyakit, demam adalah gejala. Sebagian besar karena gejala infeksi virus

Saat anak demam, reaksi ibu baru adalah panik. Saya pernah menjadi ibu muda yang sering deg-degan saat anak demam. Bagaimana tidak, anak tercinta sedang sakit. Rasanya ingin menggantikan penyakit anak. Saya beberapa kali mendengar ibu muda berdoa, “Ya Allah, biarkan aku menggantikan demam anakku…”. Betapa besar rasa cinta ibu. Bahkan adakalanya cara mengungkapkan cintanya sangat sembrono seperti itu. Bukankah ibu juga harus sehat ketika anak sakit, karena ia pengasuh utama anaknya?

Bagi para ibu yang sedang resah karena cintanya demam, saya memiliki beberapa tips yang bisa dipakai untuk meredakan demam anak. Penanganan ini sebaiknya jadi penanganan pertama pada demam anak, dan jika demam berlanjut, bahkan lebih tinggi, ingat selalu untuk segera meminta pertolongan dokter spesialis anak (DSA) ya.
1. Kompres anak dengan air hangat.
2. Tetap mandikan anak dengan air hangat. Boleh juga berendam sebentar untuk menyamakan suhu.

3. Tingkatkan asupan cairan anak; susui lebih sering jika masih bayi, beri minum air hangat, jus buah, atau kuah sup hangat yang disukai anak.
4. Beri anak makanan yang bergizi (seimbang) agar sistem imunitasnya bertambah baik.
5. Minta anak cukup istirahat
6. Jaga kebersihan dengan mencuci tangan dan kaki
7. Hindari penggunaan AC atau kipas angin
8. Jangan panik dan tetap sabar meladeni anak yang mungkin lebih rewel.
9. Untuk demam mulai 38o C, berilah Tempra penurun panas anak.

Ketika anak demam, sebaiknya ibu tidak panik. Ibu harus pandai menangani anak yang sedang gelisah karena perubahan tubuhnya yang tidak nyaman. Bentuk perhatian ibu yang lain adalah dengan membersamai anak ketika sehat maupun sakit. Bagaimana pun bermain bersama ibu adalah hak hakiki anak, karena melalui bermain itulah anak belajar pengetahuan baru, dan ibu menjadi fasilitator belajar anak di dunia ini. Bermain memang menjadi cara terbaik untuk belajar bersama anak dan menyatakan cinta, karena setiap manusia adalah homo luden, makhluk yang suka bermain. Cara yang sangat menyenangkan ini membuat anak lebih bahagia. Bahagia juga merupakan salah satu cara memperkuat imunitas anak, karena secara tidak langsung anak memiliki kendali atas kesehatan tubuhnya secara alami.

Obat turun panas akan mencegah demam anak semakin tinggi, dan anak merasa lebih nyaman dengan tubuhnya. Biasanya, obat penurun panas memiliki paracetamol sebagai kandungan utama. Paracetamol memang obat penurun panas yang memiliki fungsi analgetika (pereda nyeri) dan antipiretika (penurun demam). Karenanya, memang bisa menurunkan demam dan meredakan nyeri sehingga tubuh anak lebih nyaman. Oh ya, obat penurun panas orang dewasa juga mengandung paracetamol. Paracetamol termasuk daftar B, yang aman dikonsumsi anak dan ibu hamil, makanya dijual bebas. Salah satu merk dagang yang menjadi andalan para ibu cerdas adalah Tempra Syrup dari PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk dengan nomor registrasi DBL 1124403137A1.

Tempra memiliki kandungan utama paracetamol yang tepat untuk meredakan demam dan nyeri anak. Setiap 5 ml sirup tempra, terdapat 160 mg paracetamol. Takaran ini dianggap paling ideal. Pada anak yang menderita sakit demam, nyeri ringan karena sakit kepala dan sakit gigi, demam pasca imunisasi, maupun demam karena virus influenza, Tempra akan efektif meredakannya. Tentu saja, dosis yang tepat juga perlu diketahui, yaitu:

1. 5 ml Tempra untuk anak usia 2 – 3 tahun
2. 7,5 ml Tempra untuk anak usia 4 – 5 tahun
3. 10 ml Tempra untuk anak usia 6 – 8 tahun

Untuk anak usia 8 tahun ke atas, Tempra Forte mulai bisa diberikan. Sedangkan untuk anak di bawah 2 tahun, ada Tempra Drops yang mengandung 80 mg/0.8 ml. jadi, berapa pun usia anak, Tempra memiliki kemasan yang tepat. Tempra memang sahabat demam anak dan andalan para ibu, ya. Tempra cepat meredakan panas, pain killer yang berdosis tepat (tidak menimbulkan over dosis atau kurang dosis), aman di lambung, dan tidak perlu dikocok karena larut 100%. Ketepatan dosis ini meniadakan efek samping yang mungkin terjadi akibat kelebihan dosis. AyBund tak perlu risau, dosisnya tepat dan aman untuk anak.

Tempra Syrup memiliki kode etik yang diterapkan dalam menjalankan Perusahaan. Perusahaan juga berupaya secara terbuka untuk mematuhi semua hukum, peraturan dan ketetapan yang dibuat oleh pemerintah Indonesia serta semua komitmen hukum internasional di mana Indonesia menjadi salah satu negara penandatangan. Jadi, tak perlu risau mengenai kualitas dan komitmen Tempra dalam mewujudkan better quality of life atau kualitas hidup yang lebih baik. Sesuai misi utama PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk. dan Taisho Pharmaceutical Co. Ltd. yaitu desikasi pada kualitas hidup manusia yang lebih baik.

Tempra adalah salah satu bahasa cinta ibu. Apakah AyBund setuju?

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra.