Ipusnas: Aplikasi Membaca Buku Original Secara Gratis di Smartphone dan Dekstop

by | Jul 10, 2018 | Keluarga Multimedia, KuliahBunsay, Literasi Gawai, Review, Tantangan 10 Hari, Tips Bagus | 0 comments

Halo! Kembali lagi, saya. Setelah beberapa hari piknik di Magelang, Yogyakarta dan Jepara sendiri, akhirnya saya punya waktu untuk mengerjakan tugas Keluarga Multimedia di Kuliah Bunda Sayang Ibu Profesional. Kali ini saya akan membagi iknformasi tentang Ipusnas, sebuah aplikasi membaca buku original secara gratis di Smartphone dan dekstop/personal computer.

Dahulu, saya sering mencari informasi atau membaca buku tertentu di Google Book. Kebanyakan mendownload preview, dan jika cocok atau ada diskon, saya akan membelinya. Asyik, sih, bisa membaca buku di mana saja. Saat menunggui anak sekolah (dulu), menunggu dijemput, antre dokter, atau malah sengaja santai di pantai sambil ngopi dan baca buku digital. Intinya sih, Google Book menjadi must installed application. Halah… saya kadang sok ngingglis.

Nah.. suatu hari, saya butuh buku-buku sejarah. Buku jenis ini, jujur saja, tak mudah didapatan di toko buku luring seperti Gramedia, misalnya. Saya lebih sering membeli di Bukukita atau Komunitas Bambu. Sebelum membeli, saya harus pastikan buku tersebut sesuai dengan yang saya cari, karena saya fokus pada sejarah Jepara pada era pra kolonial dan era kolonial. Makanya butuh Google Book. Dan memang sangat membantu. Namun, saya harus mengakui bahwa buku yang didownload akan meminta ruang penyimpanan dan saya perlu membuangnya secara manual.

Iya, buku pilihan yang kita pinjam tersebut akan hilang sendiri dalam waktu 7 hari. Jadi tak perlu khawatir lupa mengembalikan dan didenda seperti perpustakaan luring/konvensional.

Jelang akhir tahun lalu saya mengenal Ipusnas. Dan ternyata, banyak keuntungan yang saya dapatkan ketika mendaftar ke Ipusnas, yaitu:
1. Saya bisa mengakses e-resources.perpusnas.go,id yang menawarkan jutaan buku digital lokal dan beberapa puluh akses perpustakaan dunia yang sangat berharga. Saya sudah membagi kisahnya di posting Membaca jutaan buku digital dari seluruh dunia.
2. Syarat pendaftaran sangat mudah dan super cepat. Bisa menggunakan email atau akun facebook.
3. User friendly, tampilan menarik dan nyaman di mata.
4. Membaca buku dan bersosialisasi dengan sesama penggemar buku
5. Berbagi kutipan, review, rekomendasi, dan lainnya layaknya platform media sosial
6. Buku yang dipinjam di Ipusnas berbentuk ebook utuh sehingga nyaman dibaca.
7. Ada penanda bacaan dan bookmark
8. Aplikasi Ipusnas dapat diinstal di HP, Iphone dan di dekstop. Meski beda perangkat, ebook yang dipinjam tetap bisa sama dan diakses di keduanya.
9. Buku yang dipinjam akan secara otomatis kembali ke rak perpustakaan yang dipinjam sehingga tak perlu repot memikirkan sisa memori penyimpanan.

Nah, itulah keasyikan memiliki akun dan aplikasi Ipusnas di gawai kita.

Cara mendaftarnya sangat mudah.

Pertama, AyBund perlu mendaftarkan keanggotaan di http://keanggotaan.pnri.go.id/. Bonus dari keanggotaan ini adalah akses ke e-resources.perpusnas.go.id. Nomor anggota PNRI (Perpusnas RI) dan password akan dikirimkan melalui email yang didaftarkan.

Kedua, download aplikasi Ipusnas. Bisa memilih di smartphone atau dekstop. Bisa juga keduanya. Setelah terinstal, tinggal sign in dengan nomor keanggotaan perpusnas dan passwordnya. 

Link download Smartphone

Link download di PC/Laptop

Ketiga, siap memilih jutaan buku digital yang disediakan. Ada banyak rak-rak buku dari instansi atau tokoh terkenal yang meminjamkan buku di sana. Download saja ebook yang dipilih. Maksimal 2 buku. Seminggu kemudian, buku tersebut akan kembali secara otomatis ke rak semula. Saya belum pernah mencoba perpanjang buku, jadi tak bisa menjawab yang ini.

Nah… itulah aplikasi membaca Ipusnas yang menawarkan cara membaca buku original secara gratis di Smartphone atau komputer/dekstop. Selamat mencoba, ya!