Demam adalah Sahabat Pertumbuhan Anak

Anak sering mengalami demam secara tiba-tiba. Kadang membuat para ibu menjadi was-was. Terutama yang belum menyadari bahwa demam adalah sahabat pertumbuhan anak.

Begitulah adanya. Demam adalah tanda bahwa anak sedang mengalami pertumbuhan. Mengalami perkembaangan juga. Ia bertumbuh sesuai tahapannya. Proses ini sering ditemani oleh demam. Tapi demam yang biasa. Ibu harus jeli membedakannya agar tidak menyepelekan demam anak ini.

Jadi memang tidak semua demam itu berbahaya. Dan tidak semua demam itu aman sampai dianggap sahabatnya anak.

Pertumbuhan dan perkembangan anak

Anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat. Hal ini dapat dilihat secara nyata dari bertambahnya ukuran, berat, panjang, kepintaran, kemampuan fisik, dan lain sebagainya. Semua itu biasa disebut tumbuh kembang anak. Dalam artikel ini aku menyebutnya pertumbuhan dan perkembangan anak.

Tumbuh kembang adalah manifestasi dari perubahan yang kompleks. Perubahan morfologi, biokimia, dan fisiologi yang terjadi sejak konsepsi sampai maturitas/dewasa itulah yang dimaksudkan sebagai tumbuh kembang anak. Jadi ada proses yang namanya pertumbuhan (growth) dan ada proses yang bernama perkembangan (development).

Pertumbuhan adalah perubahan yang bersifat kuantitatif, yaitu bertambahnya jumlah, ukuran, dimensi pada tingkat sel, organ, maupun individu. Perkembangan adalah pertambahan kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks. Keduanya ada parubahan, namun ranahnya berbeda.

Demam adalah tanda ada perubahan dalam tubuh anak

Peningkatan suhu tubuh anak bisa jadi merupakan upaya tubuh melawan penyakit. Kondisi ini juga disebut demam. Ketika demam, anak dipaksa memperlambat gerak, dan lebih memilih untuk istirahat atau tidur.

mengatasi demam anak

Mayoritas anak akan secara otomatis melakukan hal ini, sehingga kesehatannya sangat cepat pulih. Saat tidur, otak anak akan mengeluarkan hormon yang dapat memicu adanya pertumbuhan jaringan baru dan membuat pertahanan tubuh menjadi semakin baik.

Salah satu contoh demam yang menjadi sahabat anak adalah saat ia akan tumbuh gigi atau kakinya siap untuk berjalan, biasanya ditandai dengan demam ringan. Inilah mengapa ada anggapan di masyarakat bahwa anak demam karena akan tambah pintar.

Hal ini banyak terjadi dan bisa dijadikan penenang bagi para ibu yang mudah panik. Juga merupakan teknik kuno agar para ibu selalu bisa mengambil keputusan dengan bijak. Bukan malah menyepelekannya.

Demam pintar itu mitos?

Salah besar jika saat anak dianggap demam karena akan pintar lalu sang ibu cuek saja. Setiap kemungkinan selalu ada karena kita bukan dokter yang belajar secara khusus tentang berbagai gejala. Itulah kiranya mengapa para dokter sepakat bahwa demam karena akan pintar itu mitos belaka.

Para dokter umumnya mengakui bahwa tumbuh gigi selalu disertai demam. Namun sudah menjadi tugas mereka untuk mengingatkan orangtua akan potensi infeksi virus atau bakteri. Meskipun, adakalanya infeksi ini cenderung ringan dan tidak perlu tindakan medis.

Bingung juga jadi orangtua….

Kalau aku pribadi selama demam ringan akan menganggapnya ada infeksi yang masuk ke tubuh dan anak sedang berjuang melawannya. Anak sudah mendapat ASI dan imunisasi sehingga masih bisa diandalkan sehingga tak mudah bimbang. Hasilnya? Sering kali memang anak mengalami peningkatan kemampuan atau malah ukuran tubuhnya bertambah seperti sebuah sulapan.

Lalu, apakah demam pintar itu beneran mitos? Kembali ke sobat Catatan Susierna saja. Aku menganggapnya demikian dengan kehati-hatian tinggi.

Aku bisa cukup tenang jika anak demamnya baru 36+ dan matanya belum berwarna merah. Bagiku itu masih demam yang menjadii sahabat pertumbuhan dan perkembangan anak.

Cara atasi demam pada anak

Sebenarnya sih, jika tak mau percaya bahwa demam pintar itu ada, boleh juga lempeng menganggap anak mengalami infeksi virus dan bakteri. Secara umum sama saja penanganannya.

Demam memang salah satu tanda adanya peradangan pada tenggorokan, telinga, maupun pada sinus. Peradangan ini biasanya terjadi akibat infeksi bakteri dan virus, mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, dan juga kondisi udara yang terlalu lembap.
Fokus kita adalah menurunkan demam anak secepat mungkin. Caranya adalah:

  1. Pastikan anak banyak tidur
  2. Ukur suhu tubuhnya secara teratur.
  3. Beri anak sentuhan fisik yang banyak.
  4. Ganti baju anak dengan pakaian tipis.
  5. Berikan banyak air minum untuk anak
  6. Kompres hangat
  7. Cek suhu kamar
  8. Berendam air hangat
  9. Oles perut dan dada anak dengan parutan bawang merah
  10. Minum obat demam jika tak kunjung reda.

Saat anak demam, yang pertama dilakukan di keluarga adalah praktik P3K. Pertolongan pertama pada kecelakaan ini sudah diajarkan saat masih sekolah dasar. Seiring berkembangnya waktu, jika sudah kuliah maka harus belajar P3K keluarga. Ini penting agar tidak panikan dan bingungan. Penting sekali agar ibu selalu bisa tetap waras.

Saat anak demam, biasanya ia akan banyak istirahat. Istirahat sangat penting baginya karena tanda tubuh sedang melawan sumber demamnya. Demam itu adalah tanda perlawanan anak.

Masalahnya, ada beberapa anak yang tak mau diam, tak mau istirahat, apalagi tidak mau tidur. Bagaimana dong? Kalau ini memang butuh sedikit tambahan teknik menenangkan dan membujuk anak untuk tidur.

Cara nomor tiga yaitu beri banyak sentuhan akan sangat membantu. Apalagi jika ditambah suara ibu yang banyak memberi ketenangan bagi anak. Ulang-ulang ucapan rasa sayang akan membuat anak cepat tenang dan cepat terlelap.

Aku hampir tidak pernah menurunkan demam anak menggunakan obat baik diminumkan maupun dari dubur. Kuncinya memang selalu cepat menyadari perubahan pada anak, sehingga baru hangat saja sudah langsung ditangani dengan banyak tidur, banyak minum, dan menjaga suhu badan anak cepat normal dari suhu ruangan dan baju tipis. Itu adalah obat demam alami yang paling ampuh.

Jika perlu beri parutan bawang merah dan doa penurun panas anak. Bawang merah adalah obat balur untuk demam anak.

Kok kesimpulannya seakan tidur adalah obat utama saat anak tidur? Bagiku iya, selama demamnya masih demam di kisaran 37. Di atas itu, sudah butuh obat dan bantuan tenaga kesehatan.

Masih percaya dengan pendapat bahwa demam adalah sahabat pertumbuhan dan perkembangan anak? Aku percaya, dan itu membantuku untuk menjadi ibu yang selalu tenang. Ibu memang tak pernah boleh panikan dan bingungan karena ia adalah kunci kesehatan dan kebahagiaan keluarga.

Tinggalkan komentar