Ibu Pelindung dan Teman Bagi Anak

Ibu dan ayah punya karakter yang berbeda. Ibu identik dengan kelembutan, sementara ayah identik dengan kekuatan. Namun ternyata ibu yang menjadi sosok pelindung dan teman anak. Kok bisa? Dua hal ini kan seperti berseberangan, ya. Mau tahu?

Sejatinya semua orangtua memiliki tanggung jawab yang sama dalam mengasuh anak. Tanggung jawab sama dengan peran yang berbeda. Masing-masing punya caranya mengasuh anak.

Ada hasil penelitian tentang kontak pertama bayi dengan orangtua yang menunjukkan perbedaan itu. Dalam kontak yang terjadi antara orangtua dan bayi pada minggu pertama, tampak bahwa peran ibu lebih melibatkan interaksi verbal nan lembut.

Peran ayah lebih melibatkan interaksi fisik. Ternyata perbedaan ini memberi variasi pengalaman interaksi yang membuat bayi belajar memahami perbedaan orangtuannya. Bahwa mereka adalah individu yang terpisah dan berbeda.

ibu pelindung anak

Diary kita kali ini akan lebih fokus pada peran ibu, ya. Peran ibu sebagai pelindung, dan peran ibu sebagai teman anak.

Ibu sebagai pelindung anak

Kehadiran ibu yang pertama kali disadari oleh anak saat ia baru lahir. Ia menjadi tenang dengan sentuhan dan suara anak. Membuatnya merasa aman.

Kelembutan ibu menjadikan anak merasa dirinya berada di tempat yang aman. Dekapan ibu bagai selimut hangat yang membantunya tidur nyenyak. Tidur membantunya mengalami pertumbuhan dan perkembangan secara optimal.

Saat anak menjadi lebih besar, peran ibu sebagai pelindung tetap dirasakan. Anak juga menganggap ibu adalah teman bermain terbaik. Terutama saat anak menginjak usia dua tahun ke atas.

Semua serba ibu. Apapun dengan ibu. Ibu adalah matahari sementara anak adalah planetnya. Ia pusat dari semesta anak.

Manfaat ibu menjadi pelindung anak

Saat anak menangis, ibu yang biasanya pertama dicari. Ini sebuah reaksi alami. Anak menganggapnya sebagai tempat untuk merasa aman dan nyaman.

Anak juga biasanya merasa terlindungi bila di dekat ibunya. Seperti perisai, ibu melindungi anak dari bahaya lingkungan, dari orang asing, dan dari diri mereka sendiri.

Peran ibu sebagai pelindung tetap diharapkan bahkan saat anak sudah besar. Bahkan setelah mereka dewasa. Ibu adalah tempat curahan hati, tempat meminta pertimbangan, dan yang selalu membantu pertama kali, meski tanpa diminta. Itulah ibu. Ia secara naluriah tak ingin anaknya mengalami kesulitan.

ibu menjadi pelindung anak
Ibu pelindung anak

Naluri untuk mencegah anak mengalami kesulitan bisa menjadi bumerang bagi anak jika berlebihan. Jika anak benar-benar tak pernah mengalam kesulitan. Anak bisa masuk kategori generasi sandwich.

Tak perlu mengerutkan dahi sampai sedemikian karena segala sesuatu yang berlebihan akan menjadi buruk akibatnya. Lebih baik fokus menjadi ibu yang baik bagi anak. Menjadi ibu yang tepat bagi anak.

Jadilah pelindung anak yang bijak dan dipercaya oleh anak. Jika anak mempercayai ibu, ia akan percaya diri dan memiliki keamanan emosional. Jika anak tidak dapat menemukan keamanan, sangat mungkin dirinya mempunyai banyak masalah emosional dan psikologis.

Ibu sebagai teman anak

Ibu selalu berinteraksi dengan anaknya. Ia yang pertama kali membuat kontak berarti dengan anak. Ibu memang pengasuh utama di awal-awal kehidupan anak. Sejalan dengan waktu, ibu menjadi teman bermain dan belajar bagi anaknya.

Melalui permainan atau percakapan, ibu sedang merangsang kemampuan kognitif anak. Tampaknya interaksi ibu dan anak berjalan secara alami, namun anak banyak belajar untuk mempercayai ibunya.

Ikatan emosional ibu dan anak sangat nyata. Keterikatan dengan anak menjadi lebih dominan dibandingkan dengan ayahnya. Anak belajar emosi pertamanya perempuan yang ia sayangi dan percayai itu.

Ibu sebagai teman anak

Hubungan ibu dan anak yang terbentuk selama tahun-tahun awal dapat mempengaruhi cara berperilaku anak. Juga pengaturan sosial dan emosional di tahun-tahun berikutnya. Seorang ibu dapat dengan mudah memeluk anak dan berbicara tentang perasaan dengan anaknya sehingga ibu lebih bisa untuk mengajarkan anak bagaimana menangani emosi yang lebih baik.

Anak membalas semua itu dengan menjadikannya sebagai teman yang pertama dipercayai, paling disayangi, dan paling dimengerti.

Cara ibu menjadi teman bagi anaknya

Ibu adalah orang yang paling mengerti kebutuhan dan suasana hati anaknya. Ibu tahu apa keinginan anaknya bahkan ketika anak belum berbicara kepadanya. Sebagai seorang ibu, seberapa cepat ibu bereaksi terhadap kebutuhan anak dan bagaimana ibu mencoba untuk mengurus kebutuhan anak akan banyak mengajarkan anak tentang memahami orang lain dan kebutuhan emosional.

Berikut ini cara ibu menjadi teman terbaik anak:

  1. Bersikap terbuka pada anak
  2. Bangun kebiasaan mendengarkan anak
  3. Mengajak anak bermain bersama
  4. Memanggil nama anak dengan benar
  5. Memberi apresiasi dan pujian yang sesuai
  6. Mengenali pemicu epada anak.
  7. Beri kasih sayang yang cukup.
  8. Menjadi teladan yang baik.
  9. Membiarkan anak menyelesaikan konflik.

Jika sudah berhasil menjadi temannya anak, tetap bijak ya Bu….

Semoga artikel di Catatan Ibu yang Tak Sempurna ini menjadi solusimu, ya

712 kata

Tinggalkan komentar