Komunikasi Jadi Kunci Keharmonisan Rumah Tangga

Setiap keluarga mendambakan rumah tangga bahagia dan harmonis. Keluarga yang selalu seiya sekata. Keluarga dengan banyak kebersamaan dan banyak tawa. Keluarga dengan rasa, aksi, gagasan, dan minat. Alangkah indahnya…..

Harmonis bukan berarti tak pernah ada masalah. Tentu saja ada, tapi tak pernah dianggap mengganggu. Biasanya karena sudah ada banyak kesatuan pemahaman sehingga jika ada perselisihan bisa dengan cepat diatasi.

Dalam hal ini, komunikasi adalah kunci yang sangat baik. Baiknya komunikasi antara suami dan istri dapat meminimalkan pertengkaran. Bahkan bisa menghilangkan efek pertengkaran yang sudah telanjur terjadi.

Komunikasi suami istri

Masalah apapun bisa cepat selesai jika ada keterbukaan antara suami dan istri. Keterbukaan berasal dari kegiatan ngobrol bareng, makan bareng dan hang out bareng. 3B yang sangat membutuhkan komunikasi.

Jika sudah ada keterbukaan komunikasi, bahkan jika ada banyak perbedaan dan kekurangan pasangan, bisa dengan mudah dimaklumi. Dengan demikian hanya masalah besar yang mampu menimbulkan pertengkaran.

Bukan hendak meremehkan kedewasaan pasangan atau menunjukkan kekurangan pasangan, tapi keterbukaan juga berarti mencari solusi. Membuat kita menjadi lebih mengerti apa yang diinginkan pasangan tanpa banyak bicara. Saat sedang bertengkar pun bisa dengan cepat mengetahui apa yang harus dilakukan untuk segera berbaikan.

komunikasi keluarga

Cara berkomunikasi dengan pasangan

Kadang diam memang lebih baik. Tapi coba pertimbangkan bagaimana jika semua hal dibicarakan berdua di waktu khusus. Bisa dalam bentuk diskusi tentang suatu masalah bersama atau sekadar pemberitahuan telah melakukan A, B, C.

Bisa jadi ada beberapa hal yang akan lebih baik jika tidak dibicarakan. Hal semacam ini bisa ditunda sementara waktu. Tapi tetap harus dikomunikasikan agar tak ada potensi masalah di kemudian hari.

Sebagai contoh saja, misalnya, ada seseorang yang tidak sukai pasangan bertandang ke rumah. Sudah barang tentu harus disambut dengan baik. Pada suami, bisa diberitahukan malam harinya atau ditunda untuk beberapa waktu.

Pada prinsipnya, pemberitahuan semacam ini bisa ditunda untuk sementara waktu tapi jangan sampai tak pernah diberitahu/dibicarakan. Terkadang memang ada beberapa hal yang dikhawatirkan akan menyakiti pasangan. Tapi ingat, keterusterangan akan sangat membantu keharmonisan dan kelanggengan rumah tangga.

Jika merasa perlu ditunda, tunda saja. Tidak harus berkomunikasi secepatnya jika masalah sebenarnya bisa diselesaikan dengan tenang.

Komunikasi memiliki manfaat yang lebih baik. Keterbukaan bisa menghilangkan ketidaknyamanan atau bahaya keretakan rumah tangga. Jadi, berkomunikasilah. Cobalah berbicara dengan bahasa yang lembut. Itu bisa dilakukan secara lisan atau tertulis. Jika pasangan kita benar-benar melakukan sesuatu yang salah, itu bisa mengingatkan mereka dan bahkan mengubahnya menjadi lebih baik.

Cara berkomunikasi dengan anak

Anak sebagai salah satu anggota keluarga juga berhak atas kesempatan mendapatkan komunikasi yang baik. Ketepatan cara berkomunikasi sangat baik untuk pembentukan kepribadian anak.

Komunikasi dengan anak tidak dapat disamakan tekniknya. Usia juga harus jadi pertimbangan. Berkomunikasi dengan anak usia dini berbeda dengan cara untuk anak remaja.

Meski berbeda, pada dasarnyaa ada 4 cara berkomunikasi secara umum, yaitu mendengarkan anak, memiliki waktu khusus untuk saling bicara, tetap tegas, 3. tetap berikan batasan agar anak tetap berkomunikasi dengan rasa hormat, dan tidak memberi respons berlebihan.

Entah disadari atau tidak, jika komunikasi keluarga dengan anak berjalan dengan baik, dengan terbuka, maka anak akan mengembangkan beberapa kecerdasan yang sangat dibutuhkan di masa depannya. Bagaimana tidak, komunikasi keluarga yang baik akan mampu membuat anak mengembangkan kecerdasan bahasanya.

Ternyata tak hanya kecerdasan bahasa. Anak juga mampu belajar tentang pengetahuan sekitarnya. Bahkan mampu membangun kecerdasan sosial emosional. Yang jelas, anak lebih darii mampu untuk menjalin hubungan kekeluargaan, mengembangkan kepercayaan diri dan harga diri anak.

Komunikasi memang merupakan kunci dari kebahagiaan dan keharmonisan keluarga. Jangan abaikan yang satu ini.

Tinggalkan komentar