Lima Cara Hidup Agar Menjadi Diri yang Lebih Baik

Setiap orang ingin hidup lebih baik dari sebelumnya. Ingin memberi manfaat bagi orang lain. Ingin menjadi lebih bahagia. Aku punya sedikit tips cara hidup agar menjadi diri yang lebih baik setiap harinya. Sedikit saja. Karena perubahan bisa dimulai dari yang sedikit ini.

Terlalu banyak juga bukan solusi. Malah menjadi kebingungan tersendiri. Sedikit tapi dilakukan lebih baik daripada banyak tap cuma dibaca.

Catatan Ibu yang Tidak Sempurna pada dasarnya memang catatan bahagia dengan cara sederhana.

Mari kita mulai dari menghargai diri sendiri, dan diteruskan dengan tips lainnya.

1. Menghargai diri sendiri

Harga diri adalah masalah identitas yang sangat krusial. Penghargaan yang paling cepat berasal dari diri sendiri. Bahkan saat kita hanya di rumah pun, kita bisa menambah baterai harga diri dengan cara menghargai diri sendiri. Mulai dari kita. Jangan menunggu dari orang lain.

Di sinilah pentingnya untuk memvalidasi pribadi dan kemampuan kita untuk mengalami kegembiraan. Dari dalam diri kita akan terpancar kecantikan batiniah karena bahagia itu menular. Orang akan melihatnya, sehingga dapatlah penghargaan dari luar kita terima.

Sayangnya memang, masih banyak perempuan yang memiliki harga diri rendah. Ia merasa tidak bahagia, dunia dan lingkungan menyakitinya, bahkan bisa jadi merasa tak seharusnya dia dilahirkan. Semoga sobat Susierna tidak merasakan hal buruk ini.

Ini benar-benar buruk. Ini akan meremukkan segala postensi diri yang ada dalam diri. Bahkan menghancurkan hubungan dengan pasangan, keluarga, dan masyarakat sekitar.

Segeralah bangkit! Hargai dirimu sendiri dan lihatlah keajaiban akan terrjadi.

2. Lebih banyak melihat cermin

Lebih banyak melihat cermin adalah cara cepat mencintai diri sendiri, jika tahu caranya. Cobalah lihat cermin sekarang dan perhatikan sosok yang muncul di depanmu.

Pada awalnya, mungkin kamu akan melihat sosok perempuan yang menurutmu menyedihkan. Wajah kusut masai atau wajah yang tak menyenangkanmu. Tapi hei, dia butuh senyummu. Senyuman tulus yang menyatakan bahwa kamu mencintainya.

Cermin tidak berbohong. Ia akan menangkap pesanmu. Lihatlah bagaimana sosok itu akan memantulkan senyummu. Memberimu lebih dari sekadar senyum yang kamu berikan.

Wajah yang terpantul bisa menjadi sebuah tugas suci. Aku masih ingat bagaimana rasanya saat memutuskan harus bangkit dari keterpurukan dengan cara memperbaiki senyum. Saat itu aku sulit tersenyum. Lebih mirip seringai atau tarikan mulut yang sedang sakit. Lalu aku memutuskan lebih sering menghadap cermin lalu belajar tersenyum. Aku berhasil! Aku bahkan punya misi baru yaitu membeli face care dan melakukan perawatan wajah sendiri di rumah.

Hasilnya? Aku merasa semakin cantik sekarang. Aku tak sabar untuk keluar rumah dan menemui banyak orang untuk melakukan kebaikan. Sedahsyat itu manfaat bercermin, karena aku selalu diingatkan tentang bagaimana tampil terbaik setiap saat dan nikmati manfaatnya. Oh ya, kamu perlu tahu bahwa usiaku sudah kepala empat beberapa tahun yang lalu!

3. Menjadi lebih baik setiap hari

Rencanakan untuk melakukan satu hal yang akan membantumu menjadi lebih baik setiap hari. Ini juga dapat dijadikan target untuk meningkatkan kualitas fisik, intelektual, emosional, bahkan spiritual.

Ingatlah selalu, bahwa membuat hanya satu perubahan dapat meningkatkan kualitas dirimu dari dalam ke luar. Kamu bebas memilih apa yang ingin diubah terlebih dahulu. Bebas! Bebaskan dirimu.

Kalau bingung, bisa memulainya dengan hal-hal yang paling sering kamu lakukan. Fokuskan ke sana untuk menjadi lebih baik. Lakukan setiap harinya

4. Hal-hal kecil bertambah

Sungguh menakjubkan. Hal-hal yang tampaknya tidak berarti yang kamu lakukan untuk diri sendiri, mungkin tidak langsung telah membuahkan hasil. Seperti contoh di atas adalah memberi senyump pada diri sendiri setiap bangun tidur.

Aku punya satu rahasia kecil yang mungkin terasa aneh. Setiap bangun tidur aku akan menyapa diriku sendiri di cermin. Lebih tepatnya menyapa kulit wajahku yang membaik seiiring dengan usahaku untuk rutin melakukan perawatan wajah.

Sungguh aneh, melihat pantulan cermin bisa membahagiakan. Tentu saja hal ini bisa terjadi karena aku telah menambah hal-hal kecil yang telah kulakukan sebelumnya. Aku selalu menambahkan kebiasaan baru yang sederhana setiap kali kebiasaan yang kulatihkan sebelumnya telah terasa mapan.

Seperti aku memulainya dengan latihan tersenyum lalu melakukan satu perawatan wajah disusul perawatan lainnya. Perubahan akan terlihat dari bertambahnya produk face care dan produk kecantikan yang menemani cerminku. Itu karena aku merasa bahwa sumber ketidakpedeanku dulu adalah wajah yang terlihat 10 tahun lebih tua sehingga orang memanggilku ibu/nenek sambil menyapa suamiku dengan panggilan mas.

Apa yang aku lakukan inilah yang dinamakan perubahan dari hal kecil, dan hal-hal kecil bertambah.

Aku terus menambah perubahan kecil itu dengan kebiasaan baru, bahkan memperbaiki kualitas tidur, nutrisi dan kemampuan switch emosi dengan cepat. Kamu bisa melakukannya perlahan, dan percayalah, hasilnya akan sepadan.

5. Berbahagialah, kamu layak mendapatkannya

Aku tahu tak ada kehidupan yang sempurna. Jerawat dari hormon yang baru tumbuh bisa mengacaukan perasaanmu. Kenakalan anak bisa melelahkanmu. Tapi ayolah, tak ada anak yang nakal. Ia hanya anak yang aktif dan belum tahu saja!

Atasi dengan cepat apa yang kamu anggap masalah karena itu hanya hal-hal minor yang masih bisa disiasati. Itu jika kamu bisa segera switch dari dari negatif ke positif dengan cepat. Practice makes perfect. Izinkan dirimu menghargai apapun hasil switch tersebut.

Caranya memang tak jauh dari menghargai diri, wajah dan tubuh sendiri. Ketiganya adalah milikmu sendiri yang sudah selayaknya dihargai. Tak boleh dibenci. Berdosa besar bagi yang beragama dengan baik.

Berbahagialah… kamu layak mendapatkannya. Dan mulailah dari yang paling menarik hatimu saat melihat cermin. Cermin tidak pernah bohong. Ia bisa menjadi penunjuk jalan yang tepat bagi perubahan demi perubahan yang kamu impikan.

Tinggalkan komentar