Taklukkan Emosimu

Ada banyak hal dalam dunia ini yang menguras emosi. Seberapa banyak yang terkuras, bergantung pada kemampuan diri dalam taklukkan Emosi tersebut.

Menaklukkan emosi bisa jadi pekerjaan yang sangat berat. Padahal sebenarnya emosi bukanlah sesuatu yang rumit jika sudah diketahui cara mengendalikannya. Ini hampir selalu berkaitan dengan mencintai diri sendiri (self love) dan pengembangan diri (self improvement). Perbaiki diri sendiri, fokuslah pada sisi mental dan emosionalmu.

Memang cukup sulit dipahami secara langsung, kaitan antara perbaikan diri dengan perasaan emosional dan kondisi mental seseorang. Kombinasi keduanya dapat menghasilkan peningkatan diri yang lebih baik.

Cara menaklukkan emosi

Masyarakat sering melihat emosi sebagai tanda kelemahan. Tak heran jika orang terbiasa untuk berusaha sekuat tenaga mengesampingkan perasaan negatifnya dan lebih fokus pada aspek rasional. Kebiasaan ini bisa menjadi bumerang yang berbahaya karena melukai dirinya sendiri.

Berikut cara menaklukkan emosi ala Catatan Susierna:

1. Kendalikan emosimu

Bentuk emosi yang perlu ditaklukkan biasanya berupa rasa marah, frustrasi, atau sedih yang dilampiaskan pada aktivitas fisik atau kegiatan lain yang bisa melepaskan stres. Namun jangan salah, emosi positif juga bisa berbahaya jika tidak dikelola dengan baik.

Kapan perlu mengendalikan emosi?

Pernah mengalami gelombang emosi dari dalam diri? Emosi sering mendominasi tindakan dan reaksi seseorang, termasuk kita. Saat ini terjadi, sebenarnya dalam diri kita ada yang berteriak karena tak menginginkannya.

Mengendalikan emosi bisa menghindarkan kita dari berbuat sesuatu yang akan kita sesali seumur hidup. Lebih jauh, Letupan emosi berlebihan bahkan bisa menjadi gangguan histeria atau masalah kejiwaan.

Mengontrol emosi akan membantumu terhindar dari mengambil keputusan yang tidak tepat. Sesulit apapun bersabar itu jauh lebih baik dibandingkan kamu bersikap tergesa-gesa. Gegabah dalam mengambil keputusan justru bisa membuatmu terjebak dalam langkah yang salah.
Berikut cara mengendalikan diri sendiri:

  • Berpikir dahulu sebelum berbicara,
  • Buang pikiran buruk jauh-jauh,
  • Ketahui akar penyebabnya,
  • Cari solusi yang memungkinkan
  • Jangan menyimpan dendam
  • Lakukan aktivitas fisik
  • Latih ketrampilan relaksasi untuk mengendalikan amarah.

2. Kembangkan emosi positifmu

Namanya manuia, pasti ada saat memiiki emosi yang lemah, berpikir orang lain lebih hebat dari diri kita, bahkan merasa tersaingi. Bahkan usia tak menjamin perasaan ini tidak muncul. Makanya mengembangkan emosi positif menjadi sangat penting.

Memiliki emosi positif dan stabil adalah idaman banyak orang. Impian abadi bagi banyak orang. Makanya perlu mengembangkan energi positif ini demi kesehatan emosional dan peningkatan diri.

Silakan dijawab: Lebih penting mana; tinggal di Penthouse seperti di drama berjudul sama atau hidup bahagia dengan anak-cucu di sebuah rumah resort yang indah?

Pertanyaannya terlalu jauh, ya. Hahahaha.

Baik, aku ulang lagi. Lebih bahagia mana, berboncengan motor dengan suami di kala hujan dalam posisi badan rapat sambil mengirim pesan cinta dan motivasi atau duduk di mobil bersama suami dalam kondisi marah bahkan murka?

Lebih penting mana, jumlah uang yang dihasilkan selama hidup dengan menjauhi istri dan anak atau selalu bersama di kala sedih dan bahagia?

3. Hadapi perasaanmu bukan menghindarinya

Ketika sedang sedih karena sesuatu, pasti ingin rasanya segera bahagia. Salah satu caranya dengan menekan rasa sedih itu sedemikan rupa, lalu pura-pura tak ada masalah lagi. Hal semacam ini tak boleh sering dilakukan, karena tak pernah menyelesaikan masalah yang sebenarnya ada.

Masalah tersebut masih ada, dan menunggu diselesaikan. Kita tak bisa mengganti kesedihan dengan kebahagiaan baru tanpa memahami apa yang terjadi. Ini bisa menjadi bencana di masa depan, misalnya innerchild.

Contohnya hewan peliharaan kesayangan anak mati tertabrak kendaraan yang lewat lalu dengan cepat diganti dengan peliharaan baru. Kesedihan, rasa kehilangan, dan perasaan ketakutan itu masih ada meskipun anak dibuat bahagia dengan peliharaan baru. Hidup tidak bekerja semudah itu. Anak perlu dipahamkan dengan pengalaman buruknya itu.

Hal-hal menjadi lebih kompleks ketika kita menjadi dewasa. Pertengkaran dengan pasangan bisa saja mempengaruhi seluruh hari. Membuat kita pergi bekerja dengan marah, lelah, dan pikiran melayang. Ini yang terjadi jika kita terbiasa menghindari masalah. Bayangkan, hanya karena satu pikiran negatif, bisa mencemari cara pandang kita terhadap realitas di sekitar.

Inilah pentingnya mengatasi masalah yang ada dan menaklukkan emosi negatif yang mungkin bisa merudak hari kita. Semoga artikel ini bermanfaat.

Tinggalkan komentar