Usia 40 Tahun dan Pengembangan Diri

Apa kerugian mungkin dirasakan jika membaca satu lagi artikel pengembangan diri? Usia 40 tahun bukan berarti sudah tahu tentang segala hal. Justru harus terus mengembangkan diri seakan waktu kita berkreasi sudah tidak banyak lagi.

Ada berbagai artikel perbaikan diri yang tersedia saat ini. Termasuk tulisan Catatan Ibu (Bahagia) yang Tidak Sempurna ini. Aku sengaja memfokuskan pada upaya perubahan diri sebagai ibu dan istri. Niche utamanya adalah pengembangan diri. Oleh karena yang mengembangkan adalah perempuan, istri dan ibu, maka sesekali membahas tentang pengasuhan anak, kesehatan keluarga, atau benda yang dipakai dalam keluarga.

Usia 40 tahun yang istimewa

Ketika berusia 40 tahun, aku tiba-tiba akan menyadari tentang banyak hal. Satu hal yang terlihat bisa punya banyak sudut pandang. Tiba-tiba seakan punya banyak sisi dan mata.

Sisi gelapnya, terkadang menjadi lebih tua. Lebih banyak bertanya tentang akhir hidup akan seperti apa. Mulai mengenang masa lalu dengan memetakan beberapa moment yang dulu rasanya hanya kenangan beku. Sekarang menjadi kenangan yang lebih hidup.

Lalu, bagaimana denganmu, Sob? Mungkin malah lebih merasa bahwa hidup sangat bersahabat. Bahagia, memiliki pernikahan yang sukses, dua anak yang luar biasa, dan pekerjaan yang cukup dinikmati.

Tiap orang memang beda ya. Ada satu catatan khususku, yaitu di usia 40 tahun mengalami hamil sehat dan kelahiran normal. Bukankah itu bisa diartikan sebagai tahun yang istimewa?

Al-Qur’an menyatakan bahwa usia 40 tahun adalah usia ketika manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fisik, intelektual, emosi maupun spiritualnya. Di usia 40 tahun, manusia meninggalkan usia mudanya dan melangkah ke usia dewasa yang sebenar-benarnya. Cobalah kembali pada kitab suci apapun agama kita.

Satu yang pasti. Aku ingin mengajakmu untuk tidak merasa puas dengan kehidupan sekarang ini. Jangan puas dulu. Cobalah kenang kembali adakah impian lama yang pernah dikalahkan? Ini bisa digunakan sebagai bahan bakar untuk kembali aktif dan mengembangkan diri secara maksimal.

Bagi pembaca Catatan Susierna yang beraga muslim dan masih masgul hatinya, jangan lupa bahwa di usia 40 tahun Rosulullah diangkat menjadi nabi dan penyelamat kita semua.

Sudah merasa lebih bahagia? Berikut ini beberapa tips untuk mengembangkan diri di usia 40 tahun:

1. Biarkan dirimu bercita-cita kembali

Beri izin pada diri sendiri untuk bermimpi dan bercita-cita kembali. Bebaskan dirimu berkelana dalam mimpi tapi tetap arahkan untuk menemukan muaranya. Gunakan semua yang dimiliki sekarang untuk menemukan diri suatu misi khusus yang ingin diselesaikan. Biarkan dirimu menemukan sosok pejuang cita-cita seperti zaman masih muda dulu.

2. Berbahagialah dengan apa yang ada

Berhenti mencari kebahagiaan di luar diri. Lebih baik melihat ke dalam diri. Ini bisa meningkatkan kesadaran diri. Bisa membuat diri sejati muncul di permukaan. Ini bisa tercapai jika koneksi antar diri sendiri tercipta.

3. Lupakan kelemahan, tonjolkan kelebihan

Setiap orang sudah pasti punya kelemahan. Jangan terlalu memikirkannya. Bahkan lupakan saja. Usia 40 tahun sudah tidak perlu memusingkan hal yang sulit dicapai bahkan pada usia yang sangat prima. Lebih baik berusaha memenuhi kebutuhan pribadi. Fokus untuk berkembang.

4. Rangkul masa lalu tapi jangan terlalu dipikirkan

Rangkul masa lalu, apapun bentuknya. Tapi jangan biarkan dirimu stagnan di sana. Bergeraklah. Jangan pikirkan masa lalu itu kecuali bisa menjadikannya kekuatan untuk melangkah. Kata rangkul bersifat aktif, artinya ada aktivitas. Bukan membiarkan diri tergulung dalam kenangan masa lalu. Bahkan bisa juga melanjutkan dengan menganalisis apa yang telah terjadi itu.

5. Syukuri apa yang didapatkan saat ini

Ingatlah rasa syukur. Hitung kabaikan yang kita terima selama ini. Ingatlah apa yang membuat diri kita berhasil sampai saat ini. Sampai di posisi ini. Bagus juga jika membuat daftarnya. Sisihkan sedikit waktu setiap hari untuk mensyukuri apa yang kita miliki dan alami. Pirnsipnya semakin banyak dipraktikkan, semakin kita merasa bahagia dan puas dengan capaian yang ada saat ini.

6. Pahami keinginan terdalam

Setiap kita pasti masih memiliki hasrat tersembunyi. Sebuah keinginan yang sudah lama disimpan sampai saat yang tepat. Anggaplah sekarang ini adalah saat yang tepat.

7. Ambil tindakan dan ambil risiko.

Semua inspirasi di dunia tidak cukup untuk membuat kita ingin mengubah standar hidup. Hanya diri kita yang bisa melakukannya. Sekali lagi, usia 40 tahun sering ditandai dengan kemampuan melihat sesuatu dalam berbagai sudut pandang Ini bisa membantu mengawal saat dirasa sudah saatnya ambil tindakan atau ambil risiko.

8. Tetap bernafas.

Jangan sampai lupa untuk mengambil napas dalam-dalam. Kita semua telah belajar untuk menyempitkan pernapasan kita sebagai respons terhadap stres. Menurut banyak artikel perbaikan diri, kita tidak hanya membutuhkan oksigen untuk tetap hidup, kita membutuhkan oksigen untuk memberi kita energi dan menjaga kita tetap sehat. Sekarang ambil 5 napas dalam dan penuh.

9. Bersenang-senanglah.

Terkadang perlu juga untuk menikmati hidup bersama teman. Jangan sungkan untuk menghubungi teman. Ajak ia atau mereka melakukan perawatan bersama, atau malah ke kafe bersama dan menikmati waktu bersama untuk mengenang masa lalu. .

Lakukan 9 tips di atas dan lakukan semuanya dengan bahagia. Sudah 40 tahun usiamu. Tak ada alasan untuk berhenti. Justru semakin jauh berjalan, seakan hanya itulah waktu hidupmu. Ini membuatmu menjadi lebih “bernyawa” dan dengan sendirinya menjadi lebih bahagia. Mungkin lain waktu aku akan menulis tentang pengembangan diri menurut Abraham Maslow yang sangat menarik.

Tinggalkan komentar